Alokasi Waktu Minggu Efektif Mapel IPA dan Langkah Pembelajaran Mapel IPA

11:26 PM Add Comment
1. Mengamati (observing)

Mengamati dengan indra (membaca, mendengar, menyimak, melihat, menonton, dan sebagainya) dengan atau tanpa alat. Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati

2. Menanya (questioning)

Membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi
tentang informasi yang belum dipahami, informasi tambahan yang ingin diketahui, atau sebagai klarifikasi.
Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, dan hipotetik)
Alokasi Waktu Minggu Efektif Mapel IPA dan Langkah Pembelajaran Mapel IPA

3. Mengumpulkan informasi (experimenting)

Mengeksplorasi, mencoba, berdiskusi, mendemonstrasi-kan, meniru bentuk/gerak, melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengumpulkan data dari nara sumber melalui angket, wawancara, dan memodifikasi/ menambahi/mengembangkan
jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.

4. Menalar/Mengasosiasi (associating)

mengolah informasi yang sudah dikumpulkan, menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam rangka menemukan suatu pola, dan menyimpulkan.

mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru,argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.

5. Mengomunikasi-kan (communicating)

Menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik; menyusun laporan tertulis; dan menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisanmenyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalambentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.

Bagi Bapak ibu Guru yang menghendaki Alokasi Waktu Minggu Efektif dapat anda Download melalui Link dibawah ini:

Download Disini

Pedoman Penyusunan Kelender Pendidikan dan Alokasi Waktu Minggu Efektif Terbaru 2017

11:09 PM Add Comment
PEDOMAN PENYUSUNAN
KALENDER PENDIDIKAN MADRASAH

BAB IV
WAKTU PEMBELAJARAN EFEKTIF
Pasal 7

Minggu efektif belajar bagi Madrasah pelaksana Kurikulum 2013 dalam 1 (satu)
tahun pelajaran paling sedikit 36 (tiga puluh enam) minggu dan paling banyak 40
(empat puluh) minggu.

Beban belajar kegiatan tatap muka keseluruhan sesuai waktu pembelajaran efektif:

1. Alokasi waktu setiap jam pembelajaran :

1) RA : 30 menit
2) MI : 35 menit
3) MTs : 40 menit
4) MA dan MAK : 45 menit

2. Madrasah tidak diperbolehkan mengadakan kegiatan perayaan dan sejenisnya atau
kegiatan lainnya yang berakibat mengurangi jumlah waktu pembelajaran efektif
sebagaimana dimaksud.

Pedoman Penyusunan Kelender Pendidikan dan Alokasi Waktu Minggu Efektif Terbaru 2017

Mengacu Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Madrasah tersebut, bapak ibu guru dalam menyusun Rencana pada Alokasi Waktu Minggu Efektif dapat kami sebutkan bahwa bapak ibu guru membutuhkan waktu Pembelajaran Minimum 36 Minggu dan paling banyak 40 Minggu dalam 1 Tahun.

Kesimpulannya Bapak ibu guru dalam merencanakannya dapat mengambil tengah-tengahnya saja, semisal yang akan kami berikan contoh dibawah ini:

Silahkan Bapak ibu Guru Download Disini

Dimana Guru Ku...???

7:02 PM Add Comment
MTsNWonosobo - Guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Salah satunya ditangan guru nasib suatu bangsa ditentukan juga bagaimana arah pandangan generasi muda kita.Sosok guru dulu adalah penuh dengan kewibawaan,kesederhanaan ,ketlatenan,kedisiplinan dan pekerja keras.Walaupun ada sebagaian orang yang menyatakan bahwa pembelajaran zaman dulu penuh dengan kekurangan,tapi kalau kita kaji secara mendalam terutama dari sisi guru telah terjadi perubahan yang sangat dahsyat.

Bagaiman dulu paramurid begitu antusisas menunggu kedatangan guru dan selalu dinanti-natikan mereka selalu menunggu wejangan guru baik berkaitan dengan pelajaran maupun nasehat-nasehatnya,mereka juga begitu taat,patuh dan selalu mentaati apa yang guru sampaikan.Pengartian  Guru dengan digugu dan ditiru memang masih tepat, dari mereka muncul generasi muda yang hebat yang siap menjadi pemimpin dinegri in dan siap bersaing dengan negara lain.

Dimana Guru Ku...???

Sekarang guru semakin kehilangan jati dirinya mungkin disebabkan dengan perkembangan dunia informasi dan tekhnologi yang nota benenya guru belum siap menghadapinya.Guru dipandang sebagai sebuah pekerjaan mereka tidak sadar kalau yang dihadapi adalah benda hidup berupa generasi bangsa yang selalu menanti wejangan guru untuk menghadapi tantangan kehidupan.

Banyak guru sekarang yang kurang paham terhadap tugasnya mereka kurang mampu dalam menggunakan internet dalam melaksanakan pembelajaran untuk kemajuan pendidikan,tapi mereka mahir dalam ber media sosial yang nota benenya tidak berpengaruh pada dunia pendidikan bahkan sangat merugikan.

Mereka asyik mengopersikan facebook,twitter,whats app,BBM,dan lain sebagainya sedangkan siswanya hanya dikasih tugas bahkan yang lebih parah siswa dibiarkan begitu saja dan kalau sedang ada masalah siswanya yang terkena amarah guru. Banyak hal negatif yang didapat kalau kita tidak bijak di dunia maya dari sisi guru akan tercipta kehidupan yang konsumtif,berpola pikir materialisme,hedonisme.

Hal itu sangat merusak nilai-nilai seorang guru.Mereka tidak sadar kalau hal itu juga merusak kepribadiannya dan mau dibawa kemana generasi kita kedepan.Pemerintah sudah memberikan penghargaan berupa kesejahteraan terhadap guru agar supaya guru benar-benra menjadi seorang profesional,tapi akan sangat rugi pemerintah kalau kesejahteraan hanya digunakan untuk hal yang negatif yang lebih kasihan nasib anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. (Achmad Zudin)

Pelatihan Perkoprasian Istiqomah Meraih Berkah Keluarga Besar MTs N Wonosobo

5:21 PM Add Comment
MTsNWonosobo - Pada kesempatan dipagi hari yang berbahagia ini Kami admin akan mengulas pengertian dan apa saja yang perlu diketahui dalam Koprasi Simpan Pinjam. Sebagaimana yang kami Keluarga Besar MTs N Wonosobo agendakan yaitu Pelatihan Perkoprasian bagi anggota KPRI Istikomah Meraih Berkah MTs N Wonosobo.

Dalam hal ini kami ulas seputar pengertian, fungsi, peran dan prinsip dari Koprasi itu sendiri. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Pelatihan Perkoprasian Istiqomah Meraih Berkah Keluarga Besar MTs N Wonosobo

Pelatihan Perkoprasian Istiqomah Meraih Berkah Keluarga Besar MTs N Wonosobo

Pelatihan Perkoprasian Istiqomah Meraih Berkah Keluarga Besar MTs N Wonosobo

Pelatihan Perkoprasian Istiqomah Meraih Berkah Keluarga Besar MTs N Wonosobo

Pelatihan Perkoprasian Istiqomah Meraih Berkah Keluarga Besar MTs N Wonosobo


Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berikut di bawah ini adalah landasan koperasi indonesia yang melandasi aktifitas koprasi di indonesia.

  1. Landasan Idiil = Pancasila
  2. Landasan Mental = Setia kawan dan kesadaran diri sendiri
  3. Landasan Struktural dan gerak = UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1

 Peran dan Tugas Koperasi / Koprasi
  1. Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat indonesia
  2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di indonesia
  3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada.
Fungsi Koperasi / Koprasi
  1. Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia
  2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia
  3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesia
  4. Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan pembinaan koperasi
Sesuai ketentuan dalam UU Koperasi, prinsip dasar koperasi simpan pinjam ini adalah memiliki anggota dengan sifat terbuka dan sukarela, dikelola secara mandiri dengan cara yang demokratis. Kekuasaan tertinggi ada pada Rapat Anggota. Keuntungan koperasi dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagi secara adil sesuai kesepakatan dalam Rapat Anggota. Dalam menjalankan usaha, koperasi memiliki modal yang terdiri dari:
  1. Simpanan Pokok yang dibayarkan pertama kali oleh anggota koperasi dan hanya sekali saja
  2. Simpanan Wajib yang dibayarkan oleh anggota setiap bulannya
  3. Simpanan Sukarela yang mirip seperti tabungan dengan jumlah dan waktu simpanan tidak ditentukan
  4. Dana cadangan yang merupakan sisa hasil usaha yang tidak dibagikan ke anggota namun digunakan untuk menambah modal usaha koperasi
  5. Modal pinjaman yang dilakukan oleh pengurus koperasi ke pihak lain seperti bank, atau lembaga penyalur dana lainnya
  6. Hibah atau donasi yang diberikan oleh orag lain kepada koperasi.

Gerakan Cinta Lingkungan MTs N Wonosobo

6:38 PM Add Comment
GERAKAN CINTA LINGKUNGAN 
MTs NEGERI WONOSOBO

Laju kerusakan hutan masih lebih cepat dibandingkan dengan laju pemulihannya. Kerusakan hutan sekitar 1,1 juta hektar per-tahun di Indonesia, sedangkan kemampuan pemulihan lahan yang telah rusak hanya sekitar 0,5 juta hektar per-tahun atau laju kerusakan hutan adalah sekitar 2 persen per tahun. Kondisi ini mengakibatkan masih terjadinya kerusakan lingkungan dan hampir seluruhnya menjadi bencana di berbagai pelosok Indonesia.

Pada tingkat lokal, Wonosobo secara topografi terletak di daerah pegunungan (dataran tinggi), dimana terdapat hutan lindung seluas ± 18.880 hektar (data tahun 1997). Sejak tahun 1998 sampai tahun 2003 Kabupaten Wonosobo mengalami deforestasi (pengalih fungsian hutan) sebesar kurang lebih 1000 hektar per tahun.

Gerakan Cinta Lingkungan MTs N Wonosobo

Jika itu yang terus terjadi, maka diperkirakan tidak sampai 20 tahun hutan di Kabupaten Wonosobo akan habis! Dampak negatifnya jelas. Banjir dan longsor, dan percepatan perubahan iklim yang mengundang bermacam penyakit. Penurunan kesuburan tanah juga akan terjadi karena penggunaan bahan-bahan kimia (obat-obatan serta pupuk anorganik) secara over dosis.

Oleh sebab itu, GERAKAN CINTA LINGKUNGAN HIDUP MTs NEGERI WONOSOBO mengajak masyarakat Wonosobo dan sekitarnya untuk: 1) Menjaga bumi dari kerusakan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. 2) STOP membuang sampah di sungai! 3) Hijaukan kembali hutan dan lingkungan sekitar dengan penanaman pohon. Jika bukan kita yang menjaga bumi, lalu siapa lagi?





Orang-Orang di Balik Layar MTs N Wonosobo

6:34 PM Add Comment
MTsNWonosobo - Ketika kita nonton sebuah film yang bagus, kita akan bertanya, siapa sutradaranya, siapa penulis skenarionya, siapa aktor utamanya. Padahal dalam produksi film ada banyak sekali orang yang semuanya memiliki peran sendiri-sendiri. Misalnya, kameraman, cliper, lighting, tukang editing, costum, make up, aktor figuran, sampai orang-orang yang mengurus konsumsi dan sebagainya. Mereka bahu membahu untuk menghasilkan sebuah film yang bagus. Jika, misalnya, tukang make up males-malesan, atau tidak ada, maka bisa berakibat fatal. Tampilan aktor bisa jadi tidak sesuai yang diharapkan sutradara. Begitu pula jika tukang kostum, editing, atau yang mengurus konsumsi tidak bekerja. Bisa dibayangkan apa yang terjadi.

Intinya, dibalik sebuah kerja besar, dipastikan ada orang-orang di balik layar. Mereka bekerja dan turut menyumbangkan sesuatu demi kesuksesan yang diharapkan. Begitu pula di sebuah lembaga yang di sebut sebagai sekolah. Ada orang-orang di balik layar, yang jarang tampil di depan siswa. Mereka bekerja siang, bahkan sampai malam hari. Tetapi kadang-kadang, kiprah mereka kurang diperhatikan, jasa-jasa mereka sering terlupakan.

Orang-Orang di Balik Layar MTs N Wonosobo

Di lingkungan madrasah kita tercinta, kita mengenal Bapak Sahono dan Ahmad Supriadi (Mamat) selaku Satpam sekaligus penjaga malam. Ada juga bapak Miskiyo, Ngafip, dan Supriyanto yang tugasnya berjubel, dari mulai mengurusi bagian kebersihan, membuatkan minum, sampai urusan dapur. Kamu bisa bayangkan sekiranya mereka tidak ada. Atau sekiranya mereka tidak masuk sehari saja. Siapa yang akan membantumu menyeberang jalan? Halaman sekolahmu, wah, bisa jadi penuh dengan daun-daun dan sampah berserakan.

Maka dari itu, kita perlu lebih mengenal mereka dan mendengar suara dari mereka.
Sahono, satpam kita ini, lahir bulan Maret 1971. Sekarang tinggal di Dukuh Srandil, Desa Besani, Kecamatan Selomerto. Beliau telah bekerja sebagai satpam di MTs N Wonosobo selama kurang lebih 4 tahun. Ketika majalah Prestasi mewancarainya, Beliau mengaku sangat senang apabila anak-anak tidak ada yang datang terlambat ke sekolah dan selalu menaati peraturan sekolah. Ia mengaku sedih ketika melihat anak-anak terlambat atau keluar Madrasah tanpa izin.

 “Mbok anak-anak itu ingat orangtuanya. Kasihan mereka yang bekerja untuk membiayai sekolah,” katanya Bapak beranak dua ini. Senada dengan itu, Ahmad Supriadi atau yang akrab dipanggil Pak Mamat, juga mengaku sedih jika para siswa tidak menaati peraturan. “Sebaliknya, saya senang jika anak-anak tidak melawan bapak/ibu guru, mengikuti upacara, dan tidak terlambat,” ungkap lelaki lajang yang lahir 29 Mei 1987 dan tinggal di Desa Gunung Tawang, Kecamatan Selomerto ini.

Selain sebagai satpam, yang bertugas menjaga keamanan dan membantu menyeberangkan jalan raya tiap pagi dan siang hari, Mamat dan Sahono juga bertugas untuk berjaga malam. Jaga malam artinya bukan menjaga malam, tetapi menjaga keamanan madrasah pada malam hari. Ketika kita tidur, mereka berdua terjaga dan mengontrol sudut-sudut di lingkungan madrasah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tugas jaga malam itu juga dibantu oleh Ngafip dan Miskiyo. Ngafip yang tinggal di kampung Jaraksari Wonosobo ini, mengaku sering tidak tidur selamalan. Demi apa? “Tentu saja agar madrasah ini aman,” jawab Ngafip sementara Miskiyo juga mengakui hal yang sama. Dirinya bahkan sering tidur di kursi tanpa selimut dan bantal. Sungguh perjuangan yang patut kita beri penghargaan. Meski rumahnya Kalierang, dekat madrasah, tetapi Miskiyo mengaku jarang tidur di rumah.“Ya, gimana lagi. Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya. Harus dijalankan!” katanya penuh semangat.
Padahal paginya ngafip harus siap untuk memasak air dan membuatkan minum buat guru dan karyawan. Dilanjutkan membersihkan halaman dan mengurus kebun madrasah dibantu Bapak Miskiyo dan Bapak Supriyanto. (dian/dewi/yusuf)

Rukun Wudhu dan Hal-hal Membatalkan Wudhu Menurut Empat Mazhab

6:01 PM Add Comment
MTsNWonosobo - Para ulama berrbeda pendapat ketika menyebutkan rukun wudhu. Ada yang menyebutkan 4 saja sebagaimana yang tercantum dalam ayat Quran, namun ada juga yang menambahinya dengan berdasarkan dalil dari Sunnah.
4 (empat) rukun menurut Al-Hanafiyah mengatakan bahwa rukun wudhu itu hanya ada 4 sebagaimana yang disebutkan dalam nash Quran
7 (tujuh) rukun menurut Al-Malikiyah menambahkan dengan keharusan niat, ad-dalk yaitu menggosok anggota wudhu`. Sebab menurut beliau sekedar mengguyur anggota wudhu` dengan air masih belum bermakna mencuci atau membasuh. Juga beliau menambahkan kewajiban muwalat.
6 (enam) rukun menurut As-Syafi`iyah menambahinya dengan niat dan tertib yaitu kewajiban untuk melakukannya pembasuhan dan usapan dengan urut, tidak boleh terbolak balik. Istilah yang beliau gunakan adalah harus tertib
7 (tujuh) rukun menurut Al-Hanabilah mengatakan bahwa harus niat, tertib dan muwalat, yaitu berkesinambungan. Maka tidak boleh terjadi jeda antara satu anggota dengan anggota yang lain yang sampai membuatnya kering dari basahnya air bekas wudhu`.

RUKUN
NIAT
MEMBASUH WAJAH
MEMBASUH TANGAN
MENGUSAP KEPALA
MEMBASUH KAKI
TERTIB
MUWALAT
ADDALK
Jum
Hanafi
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
4
Maliki
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
7
Syafi`i
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
6
Hanbali
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
Rukun
7

1. Niat

Niat wudhu` adalah ketetapan di dalam hati seseorang untuk melakukan serangkaian ritual yang bernama wudhu

2. Membasuh Wajah

Para ulama menetapkan bahwa batasan wajah seseorang itu adalah tempat tumbuhnya rambut (manabit asy-sya`ri) hingga ke dagu dan dari batas telinga kanan hingga batas telinga kiri.

3. Membasuh kedua tangan hingga siku

Secara jelas disebutkan tentang keharusan membasuh tangan hingga ke siku. Dan para ulama mengatakan bahwa yang dimaksud adalah bahwa siku harus ikut dibasahi.

Rukun Wudhu dan Hal-hal Membatalkan Wudhu Menurut Empat Mazhab


4. Mengusap kepala

Yang dimaksud dengan mengusap adalah meraba atau menjalankan tangan ke bagian yang diusap dengan membasahi tangan sebelumnya dengan air.
Al-Hanafiyah mengatakan bahwa yang wajib untuk diusap tidak semua bagian kepala, melainkan sekadar dari kepala. Yaitu mulai ubun-ubun dan di atas telinga.
Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa yang diwajib diusap pada bagian kepala adalah seluruh bagian kepala. Bahkan Al-Hanabilah mewajibkan untuk membasuh juga kedua telinga baik belakang maupun depannya.
Asy-syafi`iyyah mengatakan bahwa yang wajib diusap dengan air hanyalah sebagian dari kepala, meskipun hanya satu rambut saja. Dalil yang digunakan beliau adalah hadits Al-Mughirah : Bahwa Rasulullah SAW ketika berwudhu` mengusap ubun-ubunnya dan imamahnya (sorban yang melingkari kepala).

5. Mencuci kaki hingga mata kaki.

Menurut jumhur ulama, yang dimaksud dengan hingga mata kaki adalah membasahi mata kakinya itu juga.

6. Tartib

Yang dimaksud dengan tartib adalah mensucikan anggota wudhu secara berurutan dari yang awal hingga yang akhir.
Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah tidak merupakan bagian dari fardhu wudhu`, melainkan hanya sunnah muakkadah. Akan halnya urutan yang disebutan di dalam Al-Quran, bagi mereka tidaklah mengisyaratkan kewajiban urut-urutan.
bersikeras mengatakan bahwa tertib urutan anggota yang dibasuh merupakan bagian dari fardhu dalamwudhu`. Sebab demikianlah selalu datangnya perintah dan contoh praktek wudhu`nya Rasulullah SAW. Tidak pernah diriwayatkan bahwa beliau berwudhu` dengan terbalik-balik urutannya. Dan membasuh anggota dengan cara sekaligus semua dibasahi tidak dianggap syah.

7. Al-Muwalat / Tidak Terputus

Maksudnya adalah tidak adanya jeda yang lama ketika berpindah dari membasuh satu anggota wudhu` ke anggota wudhu` yang lainnya. Ukurannya menurut para ulama adalah selama belum sampai mengering air wudhu`nya itu.

8. Ad-Dalk

Yang dimaksud dengan ad-dalk adalah mengosokkan tangan ke atas anggota wudhu setelah dibasahi dengan air dan sebelum sempat kering. Hal ini tidak menjadi kewajiban menurut jumhur ulama, namun khusus Al-Malikiyah mewajibkannya. Sebab sekedar menguyurkan air ke atas anggota tubuh tidak bisa dikatakan membasuh seperti yang dimaksud dalam Al-Quran.

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN WUDHU`

Ada 6 perkara.

NO
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN WUDHU`
Al-Hanafiyah
Al-Malikiyah
As-Syafi`i
Al-hanabalah
1
Keluarnya sesuatu lewat dua lubang qubul atau dubur
Batal
Batal jika kelua sesuatu yang lazim juga dari lubang yang lazim
Batal
Batal
2
Tidur yang bukan dalam posisi tamakkun
Batal
Batal jika pulas
Batal
Batal walaupun dalam posisi tamakkun
3
Hilang Akal Karena Mabuk, Tidur Atau Sakit
Batal
Batal
Batal
Batal
4
Menyentuh Kemaluan dengan telalapak tangan
Tidak batal
Batal
Batal
Batal
5
Menyentuh kulit lawan jenis yang bukan mahram
Tidak Batal
Batal jika merasa lezat
Batal
Batal dengan syahwat
6
Keluarnya Sesuatu dari badan
Batal
Tidak Batal
Tidak Batal
Tidak Batal

1.       Keluarnya sesuatu lewat dua lubang qubul atau dubur.

Menurut al-Malikiyah keluar sesuatu yang tidak lazim seperti batu, darah atau nanah tidak membatalkan wudhu’ jika sesuatu tersebut terbentuk didalam usus (bukan karena menelan batu)

2. Tidur yang bukan dalam posisi tamakkun di atas bumi (tidak memungkinkan keluar sesuatu dari dubur).

Menurut al-Hanabalah tidur membatalkan wudhu’ secara mutlaq.
Menurut al-Malikiyah tidur pulas dapat membatalkan wudhu’ baik tamakkun aatau tidak, sementara tidur tidur ringan tidak membatalkan wudu’

3. Hilang Akal Karena Mabuk, Tidur Atau Sakit

4. Menyentuh Kemaluan dengan telalapak tangan

Menurut Madzhab Hanafi menyentuh kemaluan dengan tangan tidak batal wudu’.

5. Menyentuh kulit lawan jenis yang bukan mahram

Menurut as-Syafi’i membatalkan wudu’ tampa lapis selain rambut, kuku dan gigi.
Menurut al-Hanafiyah tidak batal wudu’ samasekali.
Menurut al-Malikiyah membatalkan wudhu’ apabila dengan kelezatan atau bermaksud kelezatan walaupun dengan lapis tipis, baik kulit, rambut. Juga Menyentuh amrod aljamil hukumnya sama.
Menurut al-Hanabalah membatalkan wudhu’ dengan syahwat, Ajnabi atau Muhrim. Tidak batal wudu’ bagi yang di sentuh.

6. Keluarnya Sesuatu dari badan, seperti darah, nanah dan semacamnya, akibat luka atau lainnya.

Catatan:
Mereka sepakat bahwa Murtad juga menyebabkan batalnya wudu’ kecuali al Hanafiyah.
Namun al Hanafiyah berpendapat Ketawa dalam solat juga menyebabkan batal wudu’.
makan daging kambing atau unta menurut al-Hanabalah termasuk yang membatalkan wudu’, dan juga memandikan jenazah.
Ragu terhadap hadats membatalkan wudu’ menurut al-Malikiyah.

AIR MUSTA’MAL:

Pada dasarnya Madahibil Arba’ah berpandangan sama tentang Air Musta’mal yaitu air yang berpisah/ menites dari  tubuh yang digunakan untuk mengangkat hadats, atau untuk menghilangkan najis selama sifat-sifat air tidak berubah.
Bersuci dengan cara memesukkan anggota tubuh ke dalam air sedikit (kurang dari 2 Qullah =190 Liter/ wadah berukuran 85 cm2 [syafi’i] ) maka air tersebut dihukumi Musta’mal setelah diangkatnya anggota tubuh.
Air Musta’mal ini hukumnya suci tapi tidak bisa mensucikan. Artinya air itu suci tidak najis, bias digunaka dalam memasal dsb. tapi tidak bisa digunakan lagi m,ensucikan, Demikian menurut al-Madahib kecuali Malikiyah.
Menurut al-Malikiyah Air musta’mal hukumnya suci dan mensucikan, Artinya, bisa dan sah digunakan lagi untuk berwudu` atau mandi bersuci, tetapi makruh apabila masih ada air yang tidak musta’mal
Menurut as-Syafi’I Air musta’mal yang mencapai dua Qullah dengan sendirinya menjadi air suci dan mensucikan.

Wallahu A’lamu Bisshowab….

Contoh Laporan Wawancara dengan Guru MTs N Wonosobo

5:43 PM Add Comment
LAPORAN   WAWANCARA  NARASUMBER GURU

Di Susun Oleh:

KELOMPOK 4:
1) Barur Robingatus Sangadah  ( 07 )
2) Nurul Khamidah                    ( 22 )
3) Saskia El Nabilla                    ( 24 )
4) Selvina Ariyanti                      ( 25 )


Laporan Wawancara :

a) Tema                 : Pendidikan
b) Tujuan               : Mengetahui seluk beluk menjadi seorang guru
c) Waktu               : 10.00 – 10.30
d) Tempat              : Mts N Wonosobo

e) Hasil wawancara :
Pewawancara : “Sejak kapan ibu menjalani profesi sebagai guru ?”
Narasumber   : “Saya menjalani profesi sebagai guru sejak tahun              
                          2004.”
Pewawancara : “Mengapa ibu memilih profesi sebagai guru?”
Narasumber   : “Sebenarnya saya tidak memilih, kebetulan ada
                         Kesempatan menjedi seorang guru .”
Pewawancara : “Apakah ibu mengajar sesuai dengan mata pelajaran
                         yang ibu pelajari  di jurusan kuliah .”
Narasumber   : “Mata pelajaran  yang saya pelajari tidak sesuai ,  
                         Karena pada saat S1,saya mengambil  jurusan
                         pertanian .”                                  
Pewawancara : “Bagaimana perjalanan pendidikan ibu sebelum
                          Menjadi guru ?”
Narasumber   : “Pertama saya sekolah di SD N 2 Wonosobo , dan
                           saya melanjutkan di SMP 1Wonosobo ,
                          Setelah saya lulus saya melanjutkan di
                          SMA N 1 Wonosobo, kemudian saya melanjutkan
                          di vakultas pertanian UGM .”

Contoh Laporan Wawancara dengan Guru MTs N Wonosobo

Pewawancara :”Apakah ibu pernah mengalami kesulitan ketika
                         akan  menjadi guru ?”
Narasumber   : “Tentu saja , awal –awal kesulitan menjadi guru.”
Pewawancara  :”Dimanakah pertama kali ibu mengajar .”
Narasumber    : “Pertama kali saya mengajar di Mts N Wonosobo.”
Pewawancara  :”Apa suka dan duka ibu mejadi seorang guru?
Narasumber    : “Sukanya yaitu saudaranya banyak,muridnya setiap
                           tahun ganti. Duka nya murid tidak sesuai dengan
                           harapan saya.
Pewawancara   :” Bagaimana cara ibu menyampaikan materi
                            pelajaran  yang dapat di mengerti oleh peserta  
                            didik?”
Narasumber     : “Tergantung apa yang diajarkan , disesuaikan
                           Dengan kondisi anank-anak.’
Pewawancara   : ” Bagaimana cara ibu menyampaikan materi
                            pelajaran  yang dapat di mengerti oleh peserta  
                            Didik agar tidak mudah bosan?”
Narasumber     : “Dengan topic dan cara yang tidak sama,
                            IPA bias di Lab maupun diluar kelas. »
Pewawancara    : ” Bagaimana cara ibu menyikapi anak yang kurang
                             Baik ?’’
Narasumber     : “Biasanya saya mengambil sikap dengan cara
                            Menasehati ataupun member sangsi.
Pewawancara   : ” Bagaimana ibu  mengajarkan untuk menjaga
                            Kebersihan sekolah.”
Narasumber     : “Yaitu dengan cara memberi contoh ataupun
                           langsung memberi tahu  untuk membuang
                           sampah pada tempatnya.
Pewawancara   : ” Apa yang ibu lakukan untuk mencontohkn
                           Kedislipinan?”
Narasumber     : “Datang kesekolah tidak terlambat,tepat waktu.”
Pewawancara   : ”Apa motivasi ibu dalam mengajar peserta didik?”
Narasumber     : “Supaya anak bisa mengerti apa yang diajarkan.”
Pewawancara   : ”Apa harapan ibu kepada peserta didik pada
                         Masa yang akan datang ?’’
Narasumber     : “Harapan saya peserta didik mempunyai akhlaq
                          Yang baik dan berkarier sesuai dengan harapan.”
Pewawancara   : ”Maaf,apakah kami boleh tahu gaji ibu perbulan?’’
Narasumber     : “Tidak Boleh.”

F) Biodata Narasumber :
a) Nama              : Bu Fitri Nur Azizatus Solehah
b) TTL               : Wonosobo,15 Juni 1979
c) Alamat            : Jl.Masjid 1 No 94 Rt 07 Rw 14 Kauman Utara Wonosobo
d) Hobi               : Memasak