Laporan Diklat Peningkatan Kompetensi Guru - Terbaru 2016 / 2017

2:17 AM
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR  BELAKANG

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwaguru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional. Salah satu prinsip profesionalitasguru adalah memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya.Kompetensi yang harus dimiliki seorang guru meliputi empat aspek, yaitu kompetensipedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.Kompetensi guru harus terus ditingkatkan untuk merespon kebutuhan peningkatankualitas pendidikan nasional. Kualitas pendidikan nasional salah satu pilarnya adalahkualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Kualitas guru akan menentukan kualitasproses pembelajaran yang selanjutnya berpengaruh pada kualitas hasil belajar.
Peningkatan kompetensi guru salah satunya dapat ditempuh melalui pendidikan dan pelatihan (diklat). Diklat merupakan bentuk intervensi lembaga agar pegawainyamemiliki kompetensi standar sehingga mampu melaksanakan tugasnya dengan baik danbenar. Untuk itulah, Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan sebagaipenyelenggara diklat tingkat pusat dan Balai Diklat Keagamaan sebagai penyelenggaradiklat tingkat daerah di lingkungan Kementerian Agama memiliki tugas meningkatkankompetensi pegawai termasuk guru.Berdasarkan latar belakang itulah perlu dilaksanakan Diklat Teknis Fungsional Pengingkatan Kompetensi Guru Muda Mata Pelajaran Al Qur’an Hadits MTs.


B. TUJUAN DIKLAT

Tujuan diselenggarakan Diklat Teknis Fungsional Pengingkatan Kompetensi Guru Muda Mata Pelajaran Al Qur’an Hadits MTsini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dalam prosespembelajaran dan sikap mental peserta untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinyasesuai dengan standar kompetensi yang dipersyaratkan, serta mampu membuat perangkat pembelajaran yang inovatif.

C. MANFAAT DIKLAT

1. Memotivasi guru untuk meningkatkan kinerja dalam proses pembelajaran
2. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan profesinya dengan menggunakan media dan sumber pembelajaran yang inovatif.

D. SASARAN

Terwujudnya peserta Diklat Teknis Fungsional Pendidikan Peningkataan Kompetensi Guru Muda Mata Pelajaran Al Qur’an Hadits MTs yang memiliki kompetensi sesuai dengan persyaratan jabatan fungsionalnya.

E. TARGET

Target yang harus dicapai dari kegiatan tersebut adalah peserta diklat dapat membuat media dan sarana pembelajaran yang inovatif sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran terutama pembelajaran PAI di Madrasah.

BAB II
LAPORAN KEGIATAN

A. DESKRIPSI TEMPAT DAN WAKTU

  1. Waktu Pelaksanaan
  2. Diklat Teknis Fungsional Pengingkatan Kompetensi Guru Muda Mata Pelajaran Al Qur’an Hadits MTs dilaksanakan pada tanggal 2 – 13 Agustus 2016
  3. Tempat Pelaksanaan
  4. a.Tempat pelaksanaan perkuliahan peserta di Gedung F2 Balai Diklat Keagamaan Semarang, Jl. Temugiring Banyumanik Semarang
  5. b.Sekretariat di Gedung Kantor Balai Diklat Keagamaan Semarang.


B. MATERI KEGIATAN

1. Hari ke 1 ( Selasa, 2 Agustus 2016)
Pendaftaran peserta diklat, pembukaan dan Pengarahan Program
2. Hari ke 2 ( Rabu, 3 Agustus 2016  )
Sesi 1
Bulding Learning Commitment (BLC )(Drs. H. Suwardi, M.Pd.I)

Ringkasan Materi

Konsep Dasar Membina Komitmen dalam pembelajaran:
1. Definisi Building Learning Commitment

Building  (mendirikan, membentuk, membangun), Learning  (belajar, mempelajari,  pembelajaran), Commitment (melakukan kesepakatan atau tekad). Jadi , Buiding Learning Commitment (BLC) adalah suatu upaya menumbuhkan semangat kebersamaan, saling membantu, menolong, mengingatkan antar anggota kelompok guna mencapai tujuan bersama dengan cara yang efektif, efisien, dan menyenangkan.

Buiding Learning Commitment (BLC) dapat pula diartikan sebagai berikut:  “Komitmen (Commetment): Janji atau kesanggupan yg pasti untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu” BLC /Pembinaan Komitmen Belajar : Upaya untuk menciptakan suasana belajar/kelas yg kondusif & menyenangkan berdasarkan norma/nilai yg disepakati & diinginkan bersama.
Untuk membangun kebersamaan sebuah kelompok dibutuhkan beberapa hal:

1. Mengenal diri sendiri
2. Mencairkan suasana
3. Mengenal orang lain
4. Komunikasi efektif
5. Perubahan sikap dan perilaku
6. Menciptakan norma yang disepakati
7. Kelompok yang efektif
8. Suasana kondusif dan menyenangkan
2. Beberapa Aspek Building Learning Commitment
a. Pengenalan terhadap diri sendiri
b. Pengenalan terhadap orang lain
c. Keterbukaan, mau mendengarkan pendapat dan saran orang lain.
d. Disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab
e. Secara suka rela berpartisipasi dlm kelompok.
f. Lancar berkomunikasi.
g. Mau bekerja sama
h. Menghargai fikiran dan pendapat orang lain
i. Mampu mengendalikan diri
j. Mampu menerima balikan(feedback)
h.     Pengenalan diri sendiri

Agar dapat mengembangkan diri setiap orang hendaknya: 

  1. Mengenal dirinya dengan baik 
  2. Mengenal potensi-potensi yang dimilikinya, baik potensi yang positif maupun yang negatif sehingga dapat mengelolanya dengan baik 
  3. Mengetahui apa yang ingin dicapai sehingga dapat menetapkan tujuan hidupnya secara realistis 
  4. Faktor terjadinya Miskomunikasi
  5. Faktor ekstra Personal ( Persepsi, Ketrampilan berkomunikasi)
  6. Faktor Intra Personal (Suasana batin antar individu, Kepercayaan  dan  kredibilitas)

Faktor Organisasional (Status atau kedudukan seseorang, jenjang transmisi yang birokratis)
Sesi 2
Pengelolaan Kelas (Lily Nurulia, S.S, M.Pd)
Ringkasan Materi
Pendidik wajib memiliki kemampuan untuk mengelola kelas. Pengelolaan yang baik memiliki ciri-ciri:

  1. Memastikan terbangunnya situasi pembelajaran berpusat pada siswa yang kondusif untuk terjadinya proses belajar dan mengajar yang efektif.
  2. Memberikan ruang dan waktu yang cukup bagi guru untuk mengelola proses belajar yang berpusat pada siswa 
  3. Mempunyai potensi besar terjadinya transfer pengetahuan, keterampilan dan sikap yang bermakna bagi perkembangan kompetensi siswa.


A. Pengertian  Pengelolaan Kelas 

Pengelolaan kelas merupakan usaha pendidik untuk menciptakan dan mengendalikan kondisi belajar yang kondusif serta memulihkannya apabila terjadi gangguan dan/atau penyimpangan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung  secara optimal (Depdiknas,2008)
Pengelolaan kelas  adalah sebuah sistem yang dirancang  untuk memaksimalkan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Jadi bukan hanya mengurangi perilaku peserta didik yang menyimpang tetapi juga sebuah proses yang menopang kegiatan akademik yang bermanfaat. (Jere Brophy, 2012)
Jadi pengelolaan kelas bisa disimpulkan sebagai berikut:
Tindakan atau upaya pendidik untuk mencipta, memelihara, memulihkan suasana atau lingkungan belajar yang kondusif apabila terjadi gangguan atau penyimpangan sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.

B. Komponen Manajemen Kelas

1. Kebijakan (peraturan)
2. Komitmen Pemimpin
3. SDM (Pengajar/Tenaga Kependidikan
4. Motivasi Siswa
5. Fasilitas/Sarana Prasarana

C. Prinsip Pengelolaan Kelas

1. Hangat dan antusias
2. Menantang
3. Luwes
4. Menekankan pada hal-hal yang positif

D. Strategi  Pengelolaan Kelas 

  1. Menciptakan milieu/ lingkungan  untuk proses pembelajaran yang efektif.
  2. Melakukan tindakan-tindakan preventif bagi peserta didik yang tidak terlibat secara optimal dalam proses pembelajaran. 
  3. Mengatasi peserta didik yang tidak terlibat secara optimal dalam pembelajaran selama pembelajaran berlangsung.
  4. Melakukan penanganan bagi peserta didik yang kesulitan melibatkan dirinya dalam pembelajaran secara optimal.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »