Cerpen Efek Samping Duet sama Revan- Karya Siswa MTs N Wonosobo

2:44 AM
Efek Samping Duet Sama Revan 
Karya Sacha Mahardika Kelas 8A

        Tanggal 29 Juni 2015, aku menjadi siswa baru. Namaku Rere, aku masuk ke sekolah Menengah Pertama. Aku mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) disekolahku dengan santai dan enjoynya. Dipelaksanaan MOS hari ketiga diadakan PENSI (pentas seni), kelasku masih bingung akan menampilkan apa. Aku melamun dan melihat topi merah putih Revan.

 “Ahaa!!! Aku punya ide bagus guys!” kataku bersemangat.
“Apa?” jawab teman teman serempak. “Hmmm, berhubung aku sama revan dulu sering duet, gimana kalau aku duet sama Revan, ya Van??” jelasku.

“Sipp!! Itu baru good idea!!” jawab teman teman, juga Revan. Esok hari ketiga MOS,
aku dan Revan sudah berlatih serius dan menentukan pakaian. Hari ke tiga tiba, aku telah mengenakan LongSleve(LS) dengan brand 3second biru dongker, jeans levis panjang, sepatu biru dongker putih, dan jilbab biru dongker pula. Revan telah mengenakan t-shirt(TS) biru dongker dengan brand JBI, jeans levis panjang, dan sepatu yang sama pula, tapi dengan tambahan snapback 3second.


Kini giliran aku dan Revan unjuk diri, “Perkenalkan kami dari 7A, namaku Rere dan Revan, akan menampilkan pensi dengan membawakan lagu milik Ariana Grande featuring Nathan Sykes yang berjudul Over and Over Again.” Pembukaku. Alunan music telah dimulai Revan mulai menembangkan lirik per lirik “…From the way you smile, To the way you look, you capture me, unlike no other..” Disepanjang aku dan Revan  bernyanyi senior menatap dengan serius, ada yang terpesona, dan melirik dengan tajam seakan akan membunuhku dengan  Revan. PENSI ku dan Revan usai akupun tersenyum.

        Setelah MOS usai, beberapa hari kemudian banyak senior menemui aku dan Revan. Sampai ada satu senior yang bernama Siska menemuiku.
“Heh!! Rere Faradikka, banyak gaya kamu? Pake duet sama Revan Mahardika lagi, bangga kamu? Ngerasa hebat? Sok cool pake begituan?” tanyanya bertubi tubi.
“Apaan sih? Aku emang temen Revan dari kecil kak? Pakaianku juga emang biasanya begini. Kakak maunya gimana sih?” jelasku untuk pembelaan.“ehh ya kamu jangan nyolot.

Paling paling suara begitu aja pake sombong, sok bisa? Mau popular banyak yang suka? Ngapain nanya aku maunya gimana?”. Jawabnya lagi.
 Ku jawab tanpa basa basi “astaghfirullah kak, kalo ngomong dijaga, aku duet sama Revan juga buat kelas, kakak ngapain ngomongnya gitu, kalo kakak berani ayo battle, diekstra music besok, kalo emang berani tunjukkin pakai kemampuan jangan pakai ngelabrak begini, pakai bawa rakyat seRW lagi.” siSiska menjawab dengan PDnya. “ Oke, pak Toni ya jurinya, siap siap aku permalukan!” jawabnya dan pergi dengan membody tubuhku.

           Aku dan dia battle juga, aku lebih dulu bernyanyi, aku menyanyikan lagu milik Charlie Puth yang berjudul One Call Away, dia menyanyikan lagu I’m Not The Only One Sam Smith. Dan pada akhirnya Pak Toni bilang bahwa suaraku jauh lebih bagus dari suara si Siska. Kubilang pada Siska
“ Nih buktinya kak, mana omongan kakak yang akan mempermalukan aku, dari awal cara kakak itu udah salah. Gak perlulah kak pakai labrak labrakan gitu, mengintimidasi orang pakai bawa rakyat se RW lagi, kalau aku salah ingetin pelan pelan kak, aku minta maaf Kak, udah gak sopan gini.

 Tapi kakak udah dewasa Kak, jadi tolonglah Kak, jangan lakuin hal yang tidak bermutu kayak anak kecil begini Kak!”. Aku senyum pada si Siska CS dengan senyum pahit. Aku meninggalkan Siska dan pergi dari ruang music, disusul  Revan. Siska nampak malu dan terdiam tanpa sepatah kata apapun. Saat aku dan Revan mulai menjauh si Siska mengejarku dan Revan. Dia berkata “ Rere, Revan, aku minta maaf.

Terutama kamu Re, aku minta maaf, sebenernya aku Cuma iri sama kamu, karena kamu bisa duet sama Revan, aku minta maaf udah buat kamu sebel dan marah pastinnya.”
 Aku dan Revan berhenti dan pastinya shocked. “ iya Kak, gak apa kok. Aku paham, emang kok banyak yang iri sama aku gara gara Revan jadi sahabatku Kak, udah risiko kok duet sama si Revan besok kakak gak usah labrak labrakan kaya begitu ya kak?” jawabku. “iya, Rere sekali lagi aku minta maaf ya” kata Siska.

Aku hanya menganggukkan kepala dan tersenyum pada Siska. “Gak usah gangguin Rere lagi, kalau sekali lagi kamu gangguin Rere berurusan sama aku Sis, Camkan!!” ancaman Revan yang tiba tiba ia lontarkan, membuatku tertawa dan senaang. Tapi anehnya semenjak peristiwa itu aku jadi berteman dengan Siska CS dan sering duduk dan berkumpul bersama dengannya, dan dengan Revan juga pastinya. Ini artinya aku berhasil ngubah kebiasaan tak baik seniorku. “I DID IT!”

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »