Tips Cara Pertolongan Orang Kesurupan

7:23 PM
AWAS KESURUPAN

Achmad Zudin,S.Ag

Kita sering menjumpai Fenomena kesurupan yang terjadi disekitar kita bahkan ada yang bentuknya masal,dalam kajian ini saya akan mengulas sedikit tentang fenomena kesurupan semoga dapat membuka kesadaran kita bahwa syariat Islam sejatinya dibangun atas dasar Al Qur’an dan Hadits.Peristiwa yang lebih dikenal dengan istilah kesurupan atau kerasukan jin ini acap kali menjadi polemik di tengah masyarakat kita yang heterogen,sehingga sekian persepsi bahkan kontroversi sikap pun bermunculan ke permukaan. Ada yang membenarkan dan ada pula yang mengingkari, ada pula yang menganggapnya sebagai Perbuatan syirik.Yang sangat berbahaya adalah karena hanya ingin dikatakan lebih hebat dan kuat diantara orang lain mereka bermain-main dengan jin dan mereka tidak sadar kalau hal itu dapat membawanya kedalam perbuatan syirik karena kedangkalan terhadap pemahaman agama Islam.

Tips Cara Pertolongan Orang Kesurupan

Kesurupan adalah salah satu kasus gangguan mahluk halus Jin terhadap manusia. Dalam Al Qur’an Allah mengingatkan agar kita waspada terhadap golongan Jin ini, Rasulullah juga mengingatkan bahwa Jin bisa keluar masuk tubuh manusia melalui jalan darah.Jin juga seperti manusia terdiri atas berbagai bangsa, suku, golongan dan kelompok. Ada yang baik ada pula yang buruk, ada yang sholeh , beriman, bertakwa ada pula yang kafir , munafik dan berperilaku buruk. Jin yang sholeh dan baik biasanya tidak suka usil mengganggu manusia, namun Jin kafir dan berperilaku buruk sering mengganggu kehidupan manusia.Di dalam kitab Ash-Shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ

“Sesungguhnya setan itu dapat berjalan pada tubuh anak cucu Adam melalui aliran darah.” (HR. Al-Bukhari ). Jin juga bisa masuk dan melakukan interfensi terhadap kehidupan manusia oleh beberapa sebab antara lain: Pengaruh keturunan, pengaruh benda pusaka,tanpa sengaja menggangu kediaman Jin,diminta datang dan hadir oleh yang bersangkutan,didatangkan atau dihadirkan oleh pawang atau orang yang ahli. Adapun ciri utama orang yang kerasukan, biasanya orang tersebut tiba-tiba jatuh pingsan, tidak sadar diri, lalu melakukan perbuatan yang tidak wajar seperti teriak-teriak dan menjerit atau berbicara yang tak jelas, meminta sesuatu, atau marah-marah yang tak jelas, matanya bisa sambil tetap tertutup, tapi bisa juga terbelalak melotot menakutkan, bisa juga sambil menangis menjerit-jerit kesakitan, menangis meraung raung, atau menggeram seperti suara harimau, atau bicara seperti nenek- nenek atau kakek-kakek, atau seperti anak kecil, atau seperti perempuan nakal yang merayu-rayu,bila dipukul tidak merasa kesakitan, ada banyak sekali modusnya, tak terhitung. 

Kalau kita sedih, stress, gundah, menolak realitas, capek beraktivitas, bengong, melamun, berpacaran,bertindak asusila dan lain-lain dan yang berbahaya adalah ketika sudah berlebihan (ekstrem) sampai membuat kita kehilangan kontrol diri. Jika keadaan pikiran dan fisik yang terlalu berlebihan itu dialami oleh orang yang jiwanya masih labil, maka sangat mungkin reaksinya adalah disosiasi (kehilangan kesadaran), histeria, kesurupan atau masuknya energi negatif ke dalam dirinya.Orang yang di sekitarnya pun rentan apabila pertahanan jiwanya lemah atau memiliki kondisi kejiwaan yang sama. Seperti kata Prof. Dr. Dadang Hawari, reaksi disosiasi bisa menimpa mereka yang jiwanya labil ditambah dengan kondisi jiwa yang tertekan. Reaksi ini akan menjadi kesurupan massal karena sugesti. Orang yang berpotensi mudah terkena kesurupan bila mana dalam keadaan :

Orang yang merasa terlalu tertekan atau terlalu kosong jiwanya. Terlalu tertekan itu sama bahayanya dengan terlalu kosong (bengong) bagi pikiran manusia,Terlalu tertekan fisik dan mentalnya sehingga terlalu capek,Mereka yang pemalas dan kurang kreatif dalam menghadapi kenyataan hidup atau konflik sehingga mudah merasa menemui jalan buntu atau mudah merasa terkendala,Mereka yang semangat hidupnya lemah, terlalu bergantung pada kekuatan eksternal di luar dirinya sehingga mudah dikontrol oleh kekuatan lain,Mereka yang terlalu mudah cemas, khawatir, atau takut (pesimis) atau yang susah mengendalikan dan mengelola emosi negatif menjadi positif (reaktif),Mereka yang kurang latihan berpikir rasional dalam hidup (kurang berlandasan iman ,taqwa dan amal sholeh),Mereka yang berpacaran sebelum waktunya,bertindak asusila dan suka melanggar aturan.Maka dari itu jika kita menjumpai orang yang memiliki tanda tanda atau gejala seperti tersebut, segera lakukan tindakan pertolongan darurat atau pertama dengan cara :

1. Ajak beberapa orang dewasa yang berani dan kuat untuk menggotong dan membawa sipenderita ketempat yang aman dan nyaman, agar bisa ditidurkan dengan telentang di atas tempat tidur kalau di rumah, atau di rumput kalau di lapangan. Kalau siang hari, bawa keluar ruangan, justru di bawa ketempat yang terkena sorotan sinar matahari langsung ( jin takut sinar matahari langsung).

2. Segera cari sejenis cairan yang bisa merangsang saraf penciuman di hidungnya seperti antara lain: Parfum yang tidak mengandung alkohol, minyak wangi biasa yang agak keras baunya, minyak angin cap Elang, minyak angin cap Kapak, Balsem dan lainya. Segera oleskan di lubang hidungnya agar terhirup dan merangsang saraf penciumannya.

3. Segera kompres kepala di bagian ubun-ubunnya dengan minyak wangi atau minyak angin, atau air es yang dingin untuk merangsang saraf kesadaran di otaknya.

4. Segera lepaskan pakaian, sepatu, arloji, jaket dan sabuk atau jilbab ( yang membuat penderita sesak nafasnya ) dalam batas tak melanggar etika kesopanan dan agama.

5. Jauhkan penderita dari mereka yang iseng menonton (yang membuat penderita tidak nyaman,gerah,kepanasan,sesak nafas ) dan dapat menjadi kesurupan masal.

6. Panggil ahli kesehatan medis dan ahli kesehatan non medis praktisi spiritual penyembuh yang berpengalaman, untuk mendeteksi apakah penderita pingsan karena kesurupan atau karena sakit ayan, atau sakit jiwa atau sakit lainnya/santet/guna guna.

7. Hindari melakukan tindakan kekerasan kepada penderita yang meronta ronta dan melakukan perbuatan kasar/brutal, atasi sebaik mungkin.

8. Hindari perbuatan untuk menggoda dan membuat penderita sebagai obyek permainan,lawakan, tontonan dan gurauan,

9. Minta tolong pada orang yang ahli dan berpengalaman ( sesuai dengan syareat Islam ) untuk melakukan tindakan penyembuhan lebih lanjut,jauhi ilmu perdukunan.

10. Seorang yang memang sudah ahli dan berpengalaman menyembuhkan penyakit kesurupan, biasanya menggunakan metoda penyembuhan sesuai aliran ilmu pengobatan yang dikuasainya. Ada yang menggunakan enerji Illahiah,kalau penyembuh metoda enerji Illahiah, pasti akan memasukan metoda Rukyah/pembacaan ayat suci Al Quran secara terbuka dan jelas didengar banyak orang, dilengkapi berbagai media yang tak dilarang oleh agama,sehingga terbebas dari unsur syirik.

Pengobatan bagi orang yang kesurupan dapat dengan cara seorang muslim yang hatinya sejalan dengan lisan,perbuatan dan ruqyahnya membacakan bacaan bagi orang yang kesurupan. Dan pengobatan dengan ruqyah yang paling ampuh adalah dengan surat Al-Fatihah,ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, Qul Huwallahu ahad (surat Al-Ikhlas), Qul A’uudzubirabbil Falaq (surat Al-Falaq), dan Qul A’uudzubirabbin Naas (surat An-Naas), dengan memberi tiupan pada orang yang kesurupan dan mengulangi bacaan tersebut sebanyak tiga kali atau lebih, dan ayat-ayat Al-Qur’an lainnya.Sebab seluruh isi Al-Qur’an adalah penyembuh bagi apa yang ada di dalam hati, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Waktu yang rawan terkena kesurupan sebenarnya adalah pada saat setelah terbenam sinar matahari, karena jin jahat/setan adalah tergolong dalam kejahatan bila malampun telah tiba.Tapi kesurupan bisa juga terjadi pada siang hari dalam kasus kasus tertentu. Upaya pencegahan agar kita terhindar dari penyakit kesurupan, disamping selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, kita juga harus melakukan dengan cara taubat dari segala macam kesalahan dan dosa, senantiasa bertadarus Al Qur’an,berdzikir, do’a dan ta’awwudz yang sudah di syari’atkan dan dengan taat pada semua perintah dan menjauhi larangan Allah SWT, disamping itu kita juga harus memperhatikan beberapa hal dibawah ini supaya terbebas dari kesurupan :

1. Hindari kencing dan buang air besar sembarangan disebuah hutan atau semak belukar yang sepi, atau dibawah pohon dan batu besar, yang mungkin kediaman jin.

2. Hindari kebiasaan pergi kekuburan untuk hanya meminta berkah dari arwah almarhum, tapi kalau mau justru kirimilah mereka dengan doa.

3. Hindari kebiasaan atau budaya lama membakar kemenyan, memberikan sesajen kepada arwah leluhur, Danyang atau penguasa jin setempat, baik dirumah, dipekarangan ataupun dipekuburan.

4. Hindari bekerjasama dengan Jin Islam apapun, termasuk Khodam yang sering diperjual belikan.

5. Jangan menyimpan dan memberikan sesajen pada benda pusaka seperti keris, golok, tombak, batu cincin dll baik di rumah maupun di kantor.

6. Jangan memakai dan menyimpan cincin berbatu sakti yang diyakini berisi jin sakti seperti Keong Buntet, Rantai Babi.

7. Jangan menyimpan atau memakai isim /jimat bertuliskan Huruf Arab.

8. Jangan suka bermain mengundangn jin/arwah seperti jailangkung Jalangse.

9. Jangan mau dijadikan media untuk menghadirkan arwah leluhur.

10. Jangan mau diajak bekerjasama dengan jin apapun, termasuk jin Islam, haram hukumnya.

11. Hindari sikap sombong,ingin menang sendiri dan serakah

12. Jangan berbuat maksiat dan perbuatan yang melanggar syari’at yang telah ditetapkan Allah .

13. Hindari minuman keras,berpacaran belum waktunya dan bertindak asusila.

Kesurupan akan dapat merusak kondisi mental dan fisik. Fisik akan semakin lemah, bisa melakukan bunuh diri, sarafnya juga akan rusak dan bisa bodoh bahkan jadi gila.Dan ingatlah syirik diibaratkan semut hitam diatas batu hitam dalam waktu malam yang gelap gulita.Mengapa kita hanya ingin kelihatan lebih hebat,menang dan kuat dari orang lain dengan melakukan perbuatan syirik dan dosa,kita harus menyikapi kesurupan dengan benar sesuai syri’at Islam sehingga terhindar dari perbuatan syirik yang dosanya tidak diampuni oleh Allah SWT,Mari kita kembali kejalan syari’at yang telah ditetapkan di dalam kitab suci Al Qur’an dan Hadits sehingga akidah kita akan selamat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »