Siswa Mts N Wonosobo diperkenalkan cara berkebun dengan Hidroponik

5:32 AM
Berkebun Tanpa Tanah, Mungkinkah?
Oleh: Kun Robitoh, S.Pd.

Kita tentu sudah sering mendengar istilah hidroponik. Menurut situs wikipedia Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budi daya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.
Budi daya tanaman dengan teknik hidroponik memiliki beberapa keunggulan antara lain; pertumbuhan tanaman lebih cepat sekitar 30% sampai 50% dibanding dengan media tanah dan hasil yang didapatkan juga lebih banyak. Kelebihan lain dari teknik ini adalah tumbuhan lebih kuat terhadap serangan berbagai jenis penyakit, seperti hama dan jamur, sehingga hidroponik dapat dikatakan nirpestisida.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam praktek hidroponik antara lain pemilihan media, pemberian nutrisi dan pengaturan pH.

1. Media tanam

Hidroponik membutuhkan media tanam yang tepat agar akar tanaman mendapatkan udara yang cukup. Ada berbagai media tanam yang bisa diterapkan untuk sistem hidroponik antara lain: arang sekam, spons, rock wool, perlite, vermiculite, expanded clay, pumice, pasir, kerikil, serbuk kayu dan coir (sabut kelapa).

2. Nutrisi

Nutrisi yang diberikan pada tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik sama saja dengan nutrisi untuk budi daya dengan tanah. Kita bisa mendapatkan nutrisi ini di toko-toko pertanian atau di toko-toko khusus hidroponik. Kebanyakan nutrisi ini dijual dalam bentuk konsentrat berupa larutan (cair), sehingga perlu dilakukan pengenceran dengan menambahkan 1 galon air untuk setiap 2-4 sendok teh nutrisi atau sesuai dengan petunjuk.

3. Pengaturan pH

Menanam tumbuhan dengan hidroponik memudahkan kita dalam mengecek pH air dibandingkan menanam tumbuhan dengan media tanah. Kita bisa mengukur pH dengan kertas indikator pH yang banyak dijual di toko-toko, langsung pada larutan nutrisinya. Jika pH di bawah rata-rata, kita tambahkan larutan potas untuk menaikkannya. Sedangkan untuk menurunkan pH, bisa memakai asam fosfat.

Tehnik Hidroponik

Siswa Mts N Wonosobo diperkenalkan cara berkebun dengan Hidroponik

Ada beberapa teknik hidroponik antara lain : Static solution culture (kultur air statis),Continuous-flow solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique), DFT (Deep Flow Technique), Aeroponics, Passive sub-irrigation, Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation, Run to waste, Deep water culture, Bubbleponic. Dari sekian banyak teknik hidroponik, yang paling sederhana adalah Wick Sistem atau Sistem Sumbu.
Hidroponik dengan Sistem Sumbu sangat mudah dilakukan terutama bagi para pemula. Kita bisa melakukan teknik hidroponik ini dengan biaya yang murah dan mudah. Alat dan bahan yang dibutuhkan:
1. botol plastik bekas kemasan minuman
2. sumbu ( sumbu kompor atau kain bekas)
3. pisau
4. gunting
5. paku
6. arang
7. sekam
8. larutan nutrisi.

Cara bertanam hidroponik Sistem Wick / Sumbu

1. Sebelumnya kita asumsikan bibit tanaman sudah kita semai di media penyemaian dan sudah siap kita pindahkan ( persiapan semai sampai tanam sekitar 2 mingguan)
2. Siapkan wadah untuk media tanam dengan menggunakan botol plastik kemasan minuman. Potong botol menjadi dua, Pada potongan botol bagian atas,beri beberapa lubang di sekitar mulut botol, pasangkan sumbu pada mulut botol. Isi cerobong ini dengan media misalnya arang sekam.
3. Masukkan larutan nutrisi pada potongan botol yang bawah. Larutan nutrisi dapat kita buat dengan melarutkan 1-3 g pupuk NPK pada 1 l air sumur. Jangan menggunakan air PDAM karena biasanya mengandung kaporit. Jika terpaksa menggunakan air PDAM, harus diendapkan sekitar seminggu lebih dahulu.
4. Pasangkan kedua potongan botol plastik seperti berikut:

Siswa Mts N Wonosobo diperkenalkan cara berkebun dengan Hidroponik

5. Basahi media dengan larutan nutrisi terlebih dahulu, biarkan di tempat yang teduh untuk beberapa saat. Kemudian lakukan penanaman bibit yang sudah disiapkan.
6. Rawat tanaman dengan baik, kontrol kebutuhan larutan nutrisi, perhatikan pH dan kelembaban tanaman, agar tanaman hidroponik kita akan tumbuh dengan baik.

Contoh:

Siswa Mts N Wonosobo diperkenalkan cara berkebun dengan Hidroponik

Selamat mencoba!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »