MTs N Wonosobo Say NO to Drugs

6:23 PM Add Comment

 Ada yang tau apa itu KAPA !!!!!!!!?????

KAPA adalah organisasi yang bertujuan untuk Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Narkoba adalah realita yang sangat memprehatinkan. Narkoba sangat dekat dengan kita,terutama bahan adiktif.Bahan adiktif dapat menyebabkan ketergantungan,gangguan sistem pencernaan, gangguan hati, kerusakan otak, gangguan syaraf tepi, dan masih banyak lagi. Rokok, alkohol, perekat, aceton, dll.

Marilah siswa MTs N Wonosobo kita selamatkan orang-orang yang kita sayangi dan kita cintai,dengan cara bergabung diorganisasi KAPA. Bagi yang berminat mengikuti organisasi KAPA, silahkan menghubungi pengurus OSIS.

Etimologi Iqra'

6:17 PM Add Comment

Oleh Muhamad Hanif D, S. Pd

“Cobalah untuk tidak menjadi orang yang berhasil. Tetapi jadilah orang yang berguna. (Albert Einstein)”

Kita ketahui bahwa Surat Al-‘Alaq adalah surat yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad di Gua Hira dengan perantara Malaikat Jibril yang ayatnya diawali dengan bacaan Iqra’ yang artinya bacalah. Iqra kata pertama dari wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw. Kata ini sedemikian pentingnya sehingga diulang tiga kali dalam rangkaian wahyu pertama. Mungkin mengherankan bahwa perintah tersebut ditujukan pertama kali kepada seseorang yang tidak pernah membaca suatu kitab sebelum turunnya Al-Qur’an (QS 29: 48), bahkan seorang yang tidak pandai membaca suatu tulisan sampai akhir hayatnya. Namun keheranan ini akan sirna jika disadari arti Iqra’ dan disadari pula bahwa perintah ini tidak hanya ditujukan kepada pribadi Muhammad Saw. semata, tetapi juga untuk umat manusia sepanjang sejarah kemanusiaan, karena realisasi perintah tersebut merupakan kunci pembuka jalan kebahagiaan hidup duniawi dan ukhrawi.
Namun kata Iqra itu buka saja artinya membaca saja akan tetapi artinya beraneka ragam diantaranya meliputi Tujuh M, yakni:

1. Membaca

Maksud dari membaca adalah Allah memberikan petunjuk berupa al-Qur’an untuk senantiasa dibaca setiap saat. Karena al-Qur’an berbeda dengan koran. Kalau Qur’an bagi yang membaca huruf demi hurufnya adalah ibadah dan berpahala. Sehingga dijadikan oleh Allah sebagai sumber hukum umat Islam.

2. Menterjemah

Setelah kita baca al-Qur’an mungkin bagi yang membacanya belum tahu maksudnya, karena banyak umat Islam yang belum bisa bahasa Arab. Namun saat ini sudah banyak Al-Qur’an yang sudah ada terjemahnya. Oleh karena itu untuk mempermudah memahami isinya yaitu dengan diterjemahkan sehingga kita akan mampu meresapi isi-isinya.

3. Meneliti

Semakin mendalam setelah kita baca dan sedikit demi sedikit kita terjemahkan kita teliti ayat-demi ayat. Coba kita lihat ayat dalam al-Qur’an begitu indah dan puitis, dengan akhiran yang sama. Ahli sastra manapun tidak akan mampu menandinginya. Untuk itu kita harus meneliti betul-betul dengan meneliti ini kita akan menemukan ketakjuban/keistimewaan al-Qur’an.

4. Mengkaji

Kajilah al-Qur’an setiap waktu dengan para ahli Qur’an atau orang-orang yang shalih, sehingga memudahkan kita untuk menghayatinya.

5. Menghayati

Dalam membaca al- Qur’an tentunya kita harus menghayati dengan pikiran yang bersih dan hati yang dalam, sehingga kalau ada orang yang membaca al-Qur’an hati kita akan terasa gemetar dan merasa dekat dengan Allah.

6. Memahami

Sedikit demi sedikit al-Qur’an kita baca, terjemah, teliti dan kita kaji maka kita akan memahami makna dan tujuan ayat demi ayat seperti kenapa ayat ini diturunkan, dan perintah ayat ini untuk apa diturunkan, dan sebagainya.

7. Mengamalkan

Dengan keenam tersebut di atas maka akan ada dorongan hati kita untuk mengamalkan perintah yang Allah turunkan kepada kita tanpa ada paksaan apapun. Oleh karena itu mari kita pelajari isi kandungan al-Qur’an ini sehingga kita mampu mengaplikasikan petunjuk yang Allah berikan kepada kita selaku umat muslim dan kita akan mendapat predikat orang-orang yang bertaqwa. Amin.

Magical Power of Iqra’

Suatu ketika Rasulullah Muhammad Saw memberikan tuntunan kepada umatnya untuk belajar atau menuntut ilmu walau sampai ke negeri China (Uthlbul’ilma wa law bitstsiin). Hadits ini oleh kebanyakan para ulama dikategorikan sebagai hadits dhaif atau hadits yang lemah. Bukan soal kedhaifan hadist ini yang begitu mempesona saya untuk menguraikanya. Dalam sejarahnya, ketika Rasulullah masih berdagang tentu sudah mengenal atau datang ke negeri China (law bitstsiin).

Mengapa dengan negeri China (law bitstsiin)? Bila kita berkesempatan untuk berkunjung ke negeri tirai bambu itu, pergilah ke suatu tempat yang diberi nama Xi’an, suatu kota yang pernah menjadi Ibukota Kekaisaran China selama tiga belas dinasti sejak abad ke XI Sebelum Masehi.

Dalam perspektif China (law bitstsiin) sebagai suatu negeri yang memiliki berbagai pesona tentang filsafat ketimuran, perkembangan ilmu pengetahuan, kepiawaian berdagang dan sebagainya itu kita ingin menuai berbagai hikmah tentang kewajiban belajar menuntut ilmu ke manapun dan seluas-luasnya dan dari sini saya memulai membuka keluasan ilmu pengetahuan itu. Untuk itu mari kita sadarkan diri pentingnya membaca dan mencari ilmu.

Siswi MTs N berprestasi

6:07 PM Add Comment
Rifa Afiatisaadah adalah seorang siswi kelas IX E yang telah berhasil mengukir prestasi dengan lomba IPA Biologi. Bagaimana kisahnya dalam mempersiapkan dan menghadapi lomba tersebut. Simak wawancara Majalah Prestasi dengannya.

Apa yang menbuat kamu mau mengikuti Lomba tersebut?

Mengapa saya mau untuk mengikuti Lomba IPA Biologi, karena pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran kesukaanku terutama pelajaran IPA Biologi. Menurutku pelajaran tersebut IPA itu asyik serta banyak keunikan sehingga membuatku untuk terus berpikir untuk mengetahuinya. Di sela waktu luang aku juga sering mendalami pelajaran IPA Biologi sampai paham dan tak lupa juga sambil bertanya kepada guru.



Bagaimana tanggapan orangtuamu atas kemajuan belajarmu?

Orang tuaku selalu memberi motivasi kepadaku dalam hal apapun, terutama dalam bakat-bakat yang aku miliki. Keduanya selalu mengingatkan aku untuk tidak menyia-nyiakan waktu untuk urusan yang tidak penting. Menurutnya waktu itu sangat berharga dan tidak dapat terulang lagi. Sehingga membuatku untuk terus berpikir maju dan meraih prestasi.

Ceritakan bagaimana perasaanmu sebelum dan sesudah mengikuti lomba Mapel IPA Biologi?

Pada saat ditunjuk untuk mengikuti lomba saya masih sedikit bingung, tetapi aku jalani saja dan tambahan pengalamanku. Aku diajukan sebanyak 4 kali untuk mengikuti lomba. Untuk lomba pertama dan kedua aku belum dapat memberikan gelar juara. Sedangkan di tahap ke- 3 aku diajukan lagi untuk tingkat kecamatan Wonosobo untuk penyeleksian maju ke tingkat Karisidenan dan aku pun mendapat nomor urut pertama. Sehingga aku pun berlanjut untuk maju lomba ke tinggkat Provinsi Jawa Tengah di Pekalongan. Di perlombaan ini aku sangat serius agar dapat memberikan hasil yang baik untuk Madrasahku. Setelah aku selesai mengerjakan soal-soal dalam lomba tersebut, aku pun harap-harap cemas untuk menanti hasil lomba. Setelah lama menunggu, pengumuman pun di pajang, betapa senang hatiku namuku tertulis sebagai juara III dalam Lomba Mapel IPA Biologi tingkat Provinsi. Aku sangat bersyukur walaupun hanya juara III dengan menyisihkan puluhan peserta yang ikut dalam perlombaan ini. Dan perjuanganku tidak sia-sia. Aku pulang dengan membawa piala dan nama baik MTs negeri Wonosobo.

Di akhir perbincangan, Rifa panggilan akrabnya, mengucapkan terima kasih kepada semua semua guru yang telah mengajarnya, terutama Ibu Kun Robitoh selaku guru Mapel Biologi dan juga teman-teman yang selalu mendukung dan memotivasinya.


http://majalah-prestasi.blogspot.com/

Cerpen Sampah di Kota Kami

6:03 PM Add Comment


Cerpen Oleh:  Dian Puspitasari, kelas IX F


“Mobil saya di curi orang!”

“Motor saya di pretheli dan diambil bagian pentingnya saja, sedangkan knalpot dan joknya ditinggal!”

“Anjing saya menggigit tetangga teman saya!”

“Saya diputus pacar!”

“Hape saya di sita guru!”

“Jemuran saya diambil tetangga!”

“Rumah saya di jual dengan harga murah.”

“Gaji saya terlambat dibayarkan!”

“Saya sudah tidak suci lagi!”

“Uang saya hilang secara misterius!”

“Kantor saya terbakar!”

***

Betapa banyak pengaduan pada call senter pada hari itu. Lobby pengaduan melalui telepon dengan nomor 199 itu sangat laris manis. Kota kami baru memasangnya 14 hari yang lalu, tepatnya pada ulang tahunnya yang ke -791.

Sangat terlambat memang, baru di umur yang bagi manusia sudah sangat senja itu, kota kami baru saja mulai “mendengarkan” keluhan rakyatnya. Yah, memang lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Walau begitu, warga kota kami senang karena akhirnya apa yang mereka aspirasikan ada yang “mau” mendengar.

TV Tron, satu satunya stasiun televisi di kota itu yang dibangun atas dasar pamer dan mencari untung setiap harinya menampilkan gambar sang wali kota dan wakilnya, Jajang dan Yeyen. Mereka adalah pasangan pemimpin baru kota kami. Mereka jugalah yang mengajukan saran berfoya-foya dengan membangun stasiun televisi. Tapi pada dasarnya perusahaan besar itu hanya menampilkan, entah sinetron atau film berdurasi sangat panjang yang berjudul “Peniti 76” yang gambarnya itu-itu saja dan pada beberapa detik terdapat selingan yang menampilkan Jajang dan Yeyen sedang “membantu” orang yang membutuhkan.

“Apa sih yang kota kami punya?” Maka, rakyat akan menjawab dengan girang, “Kita punya Jajang dan Yeyen yang mau andhap asor membantu rakyat kecil.” Lalu bila ditanya “Apa sih ciri khas kota kami?” Pasti serempak menjawab, “Kota kami punya TV Tron dan pusat pengaduan.”

Tapi apa sih yang sebenarnya membuat mereka begitu senang dengan apa yang dimiliki kota ini? Padahal sebenarnya mereka sangat buta terhadap apa yang terjadi. Coba, apa manfaat TV Tron sebenarnya? Untuk menayangkan iklan? Nonton bareng? Ah payah, kalau aku wali kotanya sih aku akan membuat “Lembaga Bantuan Rakyat Miskin dan Anak Terlantar atau Komnas Anak” yang tujuanya jelas, dan tentu dengan sistem pelayanan yang baik.

Lalu masalah nomer pengaduan, kenapa mereka begitu bangga denga call senter semacam itu? Itu karena mereka bodoh, mau-maunya menghabiskan pulsa hanya untuk mengadu? Memang ada hasilnya? Hahahahaha, kalau kau berharap ada petugas call center atau mereka mengirim orang atau antek-antek misalnya lebih baik pergi saja kau ke utara kota kami. Di sana adalah tempat pembuangan sampah yng bahkan luasnya seperempat dari keseluruhan kota kami!

Kalau aku jadi Jajang atau Yeyen, aku akan membeli alat pengolah sampah dan “sampah” masyarakat . Dari pada membuat call center dan meberikan harapan palsu—seperti judul lagu dangdut ya?

Kemana….kemana….kemana. Hatimu Travelling kemana?

*****************

Rupanya warga kota kami sudah gila. Hari ini 13 demonstrasi terjadi berturut-turut. Masyarakat miskin minta haknya dipenuhi. Padahal mereka mampu membeli motor, mobil, bahkan ada yang jadi juragan beras pun minta, kasian. Sebenarnya, ada berapa sih guru atau guru ngaji di kota kami? Mungkin sangat sedikit karena kebanyakan dari mereka kerja kantoran. Kantor yang entah bekerja di bidang apa. Bahkan karyawanya pun tak tau kantornya menghasilkan apa? Yang penting mereka digaji. Bisa buat makan anak istri, bisa hepi–hepi. Restoran, WC, kali.

***

Tujuh hari menggila, warga kota kami tak sadar bahwa sampah–sampah “busuk” itu mulai masuk raga ruang Jajang dan Yeyen. Pungutan dari rakyat sudah habis untuk membangun tanggul untuk membendung sampah. Uang sebanyak itu habis hanya untuk sebuah tanggul? Tak mungkin! Pasti ada apa- apa di antara mereka. Yah, tapi warga kota kami sudah tak peduli demo mogok makan sampai mati kalau hak-nya tidak dilunasi.

Lama-lama tanggul hasil kongkalingkong retak dan jebol. Sampah seperti tsunami. Masuk ke bagian selatan kota kami. Masuk ke rumah, kantor, gedung, semua rata seperti gorong–gorong dekat rumah tetanggaku yang 14 tahun tak pernah dibersihkan. Baunya kemana–mana. Tsunami sampah itu menyapu kota kami.


Wonosobo, Desember 2011

Sumber: http://majalah-prestasi.blogspot.com/



Pembelajaran Siswa didalam Perpustakaan

6:34 PM 2 Comments
Pembelajaran Siswa MTs N Wonosobo di perpustakaan, dengan pembelajaran didalam perpustakaan ini menumbuhkan minat baca Siswa untuk rajin membaca dan berkunjung di perpustakaan.